* Tiga zat Racun utama dalam rokok :
1. Nikotin
Nikotin, senyawa kimia yang secara alami ditemukan pada tembakau, merupakan senyawa yang sangat adiktif, bahkan sama adiktifnya dengan heroin dan kokain. seiring dengan berjalannya waktu, tubuh akan semakin tergantung secara fisik dan psikologis terhadap nikotin. penelitian menunjukkan bahwa perokok harus mampu mengatasi kedua ketergantungan ini agar bisa lepas dari rokok. Nikotin memproduksi perasaan senang yag membuat para perokok ingin terus menerus merokok. akibatnya, kadar nikotin dalam darah juga ikut mrningkat. dosis 30-60 mg dari nikotin dianggap sebagai dosis mematikan pada manusia. Nikotin mempengaruhi banyak organ, termasuk jantung dan pembuluh darah, sistem hormon, metabolisme dan otak. Nikotin memungkinkan terbentuknya senyawa nitrosamine dari tembakau yang merupakan salah satu senyawa penyebab kanker. Nikotin menimbulkan efek ketagihan dan merangsang pembentukan dopamine - senyawa kimia pada otak yang menimbulkan perasaan senang. saat seorang perokok berusaha mengurangi/menghentikan kebiasaan merokoknya, ketiadaan nikotin bisa menimbulkan efek ketagihan. Gejala ketagihan yang muncul biasanya berupa hal- hal berikut =
- Pusing (hanya sekitar 1-2 hari setelah berhenti merokok )
- Deperesi
- Merasa frustasi dan mudah marah
- sulit tidur, termasuk sulit terlelap, dan jika tidur akan mengalami mimpi buruk
- Perasaan lelah yang tak kunjung hilang
- peningkatan nafsu makan
2. Tar
Tar dideskripsikan sebagai bahan partikulat (bahan padat halus yang berukuran kecil dari debu) yang turut masuk kedalam tubuh saat perokok menghisap asap rokok dari dalam lintingan rokok yang menyala. setiap partikel tar merupakan komposisi dari bahan kimia organik dan anorganik. sebagian besar berupa nitrogen, oksigen, hidrogrn, karbondioksida, karbon monoksida, dan bahan kimia organik lain yang mudah menguap.
Tar merupakan bahan kimia yang menjadi penyebab noda kuku dan gigi pada perokok. serta pada paru-paru. Benzopyrene (senyawa polycyclic aromatic hydrocarbon ) adalah salah satu karsinogen yang terkandung dalam tar.Sesuai dengan tugasnya sebagai agen karsinogen, tar berkondensasi menjadi substansi lengket berwarna cokelat yang akan menempel pada paru-paru sekaligus menyalurkan banyak bahan kimia berbahaya lainnya dari asap rokok. Tar juga akan menyelimuti Cilia (rambut getar pada trakea ) yang bertugas melindungi dan membersihkan paru-paru sehingga cilia tidak dapat bekerja secara optimal atau bahkan lumpuh sama sekali.
3. Karbon Monoksida
Asap tembakau mengandung karbon monoksida, yakni gas tidak berwarna, tidak berbau, dan sangat mematikan.
1. Nikotin
Nikotin, senyawa kimia yang secara alami ditemukan pada tembakau, merupakan senyawa yang sangat adiktif, bahkan sama adiktifnya dengan heroin dan kokain. seiring dengan berjalannya waktu, tubuh akan semakin tergantung secara fisik dan psikologis terhadap nikotin. penelitian menunjukkan bahwa perokok harus mampu mengatasi kedua ketergantungan ini agar bisa lepas dari rokok. Nikotin memproduksi perasaan senang yag membuat para perokok ingin terus menerus merokok. akibatnya, kadar nikotin dalam darah juga ikut mrningkat. dosis 30-60 mg dari nikotin dianggap sebagai dosis mematikan pada manusia. Nikotin mempengaruhi banyak organ, termasuk jantung dan pembuluh darah, sistem hormon, metabolisme dan otak. Nikotin memungkinkan terbentuknya senyawa nitrosamine dari tembakau yang merupakan salah satu senyawa penyebab kanker. Nikotin menimbulkan efek ketagihan dan merangsang pembentukan dopamine - senyawa kimia pada otak yang menimbulkan perasaan senang. saat seorang perokok berusaha mengurangi/menghentikan kebiasaan merokoknya, ketiadaan nikotin bisa menimbulkan efek ketagihan. Gejala ketagihan yang muncul biasanya berupa hal- hal berikut =
- Pusing (hanya sekitar 1-2 hari setelah berhenti merokok )
- Deperesi
- Merasa frustasi dan mudah marah
- sulit tidur, termasuk sulit terlelap, dan jika tidur akan mengalami mimpi buruk
- Perasaan lelah yang tak kunjung hilang
- peningkatan nafsu makan
2. Tar
Tar dideskripsikan sebagai bahan partikulat (bahan padat halus yang berukuran kecil dari debu) yang turut masuk kedalam tubuh saat perokok menghisap asap rokok dari dalam lintingan rokok yang menyala. setiap partikel tar merupakan komposisi dari bahan kimia organik dan anorganik. sebagian besar berupa nitrogen, oksigen, hidrogrn, karbondioksida, karbon monoksida, dan bahan kimia organik lain yang mudah menguap.
Tar merupakan bahan kimia yang menjadi penyebab noda kuku dan gigi pada perokok. serta pada paru-paru. Benzopyrene (senyawa polycyclic aromatic hydrocarbon ) adalah salah satu karsinogen yang terkandung dalam tar.Sesuai dengan tugasnya sebagai agen karsinogen, tar berkondensasi menjadi substansi lengket berwarna cokelat yang akan menempel pada paru-paru sekaligus menyalurkan banyak bahan kimia berbahaya lainnya dari asap rokok. Tar juga akan menyelimuti Cilia (rambut getar pada trakea ) yang bertugas melindungi dan membersihkan paru-paru sehingga cilia tidak dapat bekerja secara optimal atau bahkan lumpuh sama sekali.
3. Karbon Monoksida
Asap tembakau mengandung karbon monoksida, yakni gas tidak berwarna, tidak berbau, dan sangat mematikan.


0 komentar:
Posting Komentar